Gubernur Kherson, Ukraina yang ditunjuk oleh Rusia mendesak warganya mengungsi dari wilayah tersebut.

Gubernur Kherson, Vladimir Saldo juga meminta Rusia membantu mengevakuasi warganya, lapor AFP dikutip dari The Guardian

Dalam postingan videonya di Telegram, Vladimir Saldo mengimbau warga untuk berlindung dari serangan udara.

“Kami menyarankan kepada semua orang di wilayah Kherson untuk, jika mereka mau, pergi ke wilayah lain untuk melindungi diri dari serangan rudal.”

“Dalam menangani kepemimpinan negara (Rusia), saya meminta Anda untuk membantu mengatur pekerjaan ini.”

Dalam unggahannya itu, Saldo meyakini Rusia tidak akan meninggalkan wilayah yang baru dicaploknya ini.

“Kami, orang-orang di wilayah Kherson, tahu bahwa Rusia tidak meninggalkan wilayahnya sendiri,” kata dia.

Saldo mengaku Kherson dilanda serangan roket yang masif dan mengakibatkan kerusakan serius, mengindikasikan bahwa serangan balik Ukraina terus membuat kemajuan.

Peringatannya datang hanya sehari setelah Kyiv mengatakan telah merebut kembali lima pemukiman di wilayah Kherson.

Kherson adalah salah satu dari empat wilayah di Ukraina yang baru-baru ini diklaim telah dicaplok Moskow.

Langkah ini dikecam oleh Kyiv dan Barat karena dianggap sebagai aneksasi ilegal.

Wilayah Rusia Diserang

Sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Belgorod, Rusia selatan yang dekat perbatasan Ukraina terkena tembakan dari militer Kyiv.

Menurut laporan AFP, Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov melaporkan situasi di wilayahnya itu melalui Telegram pada Kamis (13/10/2022).

“Angkatan bersenjata Ukraina menembaki Belgorod. Ada kerusakan di gedung apartemen perumahan di jalan Gubkin. Informasi tentang para korban sedang dirinci,” jelasnya.

Moskow dan Kyiv saling menyalahkan atas kerusakan di Belgorod.

Gladkov menuduh Angkatan Bersenjata Ukraina mendalangi serangan tersebut, namun Kyiv membantah hal itu.

Pekerja layanan darurat di lokasi sebuah rumah yang hancur di kota Belgorod, Rusia. – Gubernur Kherson, wilayah yang dicaplok Rusia, minta bantuan Moskow untuk mengevakuasi warga menyusul serangan udara dari pasukan Ukraina. (Yevgeny Silantyev/TASS)

Mykhaylo Podolyak, penasihat senior presiden Ukraina, mengatakan Rusia meluncurkan rudal ke Kharkiv namun meleset dari sasarannya.

“Rusia meluncurkan rudal ke Kharkiv, tetapi ada yang tidak beres dan menghantam sebuah bangunan perumahan di Belgorod, Rusia.”

“Apakah akan ada penyelidikan? Atau hukuman? Tidak, Putin tidak peduli siapa yang harus dibunuh: Ukraina atau Rusia. Propagandis akan segera menemukan penjelasan palsu,” kata Podolyak di Twitter.

Gladkov menambahkan bahwa serangan dari pasukan Ukraina mengenai area sekitar halaman sekolah di sebuah desa bernama Krasnoye di luar kota utama Belgorod, dengan siswa belajar online dari rumah.

Tidak ada yang dilaporkan terluka atau tewas.

Ukraina Gabung NATO Picu PD III

Seorang pejabat Rusia memperingatkan bahwa masuknya Ukraina ke aliansi militer NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dapat mengakibatkan Perang Dunia Ketiga.

Peringatan ini disampaikan oleh wakil sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, Alexander Venediktov dalam wawancaranya dengan media pemerintah, TASS, pada Kamis (13/10/2022).

Venediktov pun menekankan bahwa Ukraina telah menyadari risiko tersebut.

“Kyiv sangat menyadari bahwa langkah seperti itu berarti jaminan eskalasi ke Perang Dunia Ketiga,” kata Venediktov, dilansir Reuters

“Rupanya, itulah yang mereka andalkan – untuk menciptakan kebisingan informasi dan menarik perhatian pada diri mereka sendiri sekali lagi,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan latihan pencegahan nuklir rutin tahunan akan kembali digelar pada pekan depan. – Gubernur Kherson, wilayah yang dicaplok Rusia, minta bantuan Moskow untuk mengevakuasi warga menyusul adanya serangan udara. (HO)

Venediktov kembali mengulangi posisi Barat di mata Rusia terhadap konflik di Ukraina.

Menurutnya, bantuan Barat kepada Kyiv mengindikasikan bahwa “mereka adalah pihak langsung dalam konflik”.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebelumnya mengumumkan tawaran bergabung menjadi anggota NATO jalur cepat pada akhir September lalu.

Hal itu terjadi setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin menggelar upacara di Moskow untuk menyatakan pencaplokan empat wilayah yang diduduki pasukan Rusia di Ukraina.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber Artikel.