Berikut berita populer regional dalam 24 jam terakhir.

Nasib gelar adat Irjen Teddy Minahasa setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba.

Lalu, dua petugas kebersihan di Makassar tewas setelah motor yang dikendarainya tertabrak mobil.

Kemudian, mantan anggota DPRD Kabupaten Karo disebut aniaya warga hingga tewas.

Selanjutnya, temuan Tim Gabungan Aremania terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Berita lain, ibu hamil di Gresik mengaku ditolak saat periksa kehamilan di Puskesmas.

Dihimpun Tribunnews.com, Sabtu (15/10/2022), berikut berita populer regional selama 24 jam terakhir:

1. Nasib Gelar Adat Irjen Teddy Minahasa, Begini Penjelasan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar memberikan jawaban mengenai gelar adat yang disandang Irjen Teddy Minahasa.

Irjen Teddy Minahasa saat menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat mendapat gelar kehormatan adat Minangkabau yaitu gelar Sangsako.

Gelar yang disandang Teddy ialah Tuanku “Bandaharo Alam Sati”.

Gelar sangsako adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh pemuka adat kepada seorang yang dianggap tokoh dan berjasa.

Gelar tersebut diberikan kepada tokoh dari luar Minangkabau.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Dua Petugas Kebersihan di Makassar Tewas, Motornya Tertabrak Mobil Saat Keluar dari Lorong Jalan

Personel Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar mendatangi lokasi kecelakaan yang menewaskan dua petugas kebersihan atau tukang sapu jalan di Jl Sungai Saddang, Makassar, Jumat (14/10/2022) subuh. Keduanya yang berboncengan motor terlibat kecelakaan dengan mobil. (Tribun Timur/Muslimin Emba)

Andi Yudi (22) dan Nurmin Gassing (39), dua petugas kebersihan atau tukang sapu jalan tewas usai mengalami kecelakaan di Jl Sungai Saddang Baru, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat (14/10/2022).

Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat Andi Yudi dan Nurmin Gassing berboncengan motor.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.40 Wita atau jelang adzan subuh berkumandang.

Keduanya yang mengendarai motor baru saja keluar dari dalam lorong Berkah.

Saat keluar dari dalam lorong, Andi Yudi pun menyeberang jalan ke lajur Jl Sungai Saddang Baru.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Mantan Anggota DPRD Kabupaten Karo Disebut Tusuk Warga hingga Tewas, Ini Dugaan Pemicunya

Ilustrasi penganiayaan – Mantan anggota DPRD Karo berinisial MLS diduga berkelahi dengan Empindonta Sinulingga hingga menyebabkan Empindonta meninggal. (http://www.ladbible.com)

Mantan anggota DPRD Karo berinisial MLS diduga berkelahi dengan Empindonta Sinulingga hingga menyebabkan Empindonta meninggal.

Keduanya terlibat perkelahian di sebuah warung tuak di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis (13/10/2022) malam.

Kapolsek Simpang Empat AKP Ridwan Harahap membenarkan adanya dua warganya yang terlibat perkelahian di warung tuak yang berada di wilayah hukumnya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, MLS yang dikabarkan mantan anggota DPRD Karo.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Perwira Polisi Komandoi Penembakan Gas Air Mata ke Arah Tribun, Ini Temuan Tim Gabungan Aremania

Potret kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Ayah satu korban menangis anak tiada. (TRIBUNJATIM.COM/PURWANTO P)

Seorang perwira polisi diduga mengkomandoi penembakan gas air mata ke arah tribun saat Arema vs Persebaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Andi Irfan, Sekjen Federasi KontraS yang tergabung dalam tim pencari fakta Tim Gabungan Aremania (TGA) melalui konferensi pers pada Jumat (14/10/2022).

Tim pencari fakta dari TGA menyimpulkan, bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh aparat menjadi penyebab kematian Aremania.

Seharusnya, kata Andi dalam hal ini perwira yang memimpin di lapangan melakukan pencegahan.

Tanpa harus mengkomandoi menembakkan gas air mata ke arah tribun.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Ibu Hamil di Gresik Mengaku Ditolak Saat Periksa Kehamilan, Begini Penjelasan Kepala Puskesmas

Ilustrasi hamil – HSN (24) mengaku ditolak saat periksa kehamilan di Puskesmas Tambak, Pulau Bawean Gresik, Jawa Timur. (https://www.freepik.com/)

HSN (24) mengaku ditolak saat periksa kehamilan di Puskesmas Tambak, Pulau Bawean Gresik, Jawa Timur.

Warga Desa Sukaoneng itu mengaku ditolak karena petugas Puskesmas Tambak menyebut alasan di luar jam dinas dan diminta datang kembali besok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, HSN datang bersama suaminya Abrari pada Kamis (14/10/2022) pukul 12.00 WIB.

Saat itu kondisi HSN lemas dan langsung menuju ke ruang UGD.

Di sana, petugas UGD memintanya ke ruang rawat jalan. Setibanya, malah mendapat penolakan dengan alasan keberatan melakukan pemeriksaan karena datang di luar jam dinas.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews)

Sumber Artikel.